Kamis, 24 Mei 2012

putri asteracea dari sykirtilia














"Putri, lihat... Mataharinya terang sekali!", seorang peri bersayap keperakan menyeru pada si Putri Asteracea.
"Hmm iyah..", jawab Putri dengan nada yang lembut dan aneh.


Suatu kala ketika itu, Putri ini memutuskan pergi mecari duku-duku kecil berwarna jingga. Tidak pulang , tidak kembali. Putri Asteracea hilang kabar dengan teman baiknya, si Peri bersayap perak.


Rindu sekali ingin berjumpa, pada malam yang begitu hangat, Peri sayap perak mengirim pesan udara kepada Putri Asteracea.


"Apakah kamu menemukan pesannya?"

""Disini...didalam sini, Aster".


Hari berganti pagi, dan pada setiap kebiasaannya, pagi selalu menemani matahari berdiri.

"Ya ampun, apa yang kukatakan", bisik si Peri sayap perak pada dirinya sendiri.
"Aku selalu tau kamu disitu, Putri Asteracea. Kamu rajin hadir pada terang yang kuning. Kamu menjelma bintang terang yang melingkupi keseharianku. Aku (sekarang) paham, ya...kamu disitu!", kembali si Peri sayap perak itu berbisik pada hatinya.



Ternyata dibalik ribuan ternyata. Putri Asteracea yang menggemari warna kuning, menjelma menjadi bintang terang hangat di angkasa. Ia bermatahari sebisa dan sekuning mungkin.





"Terang benderang yah, Putri Aster. Kaulah bintang yang berbintang itu"







* Hai, apa kabar Kurnia Kartikawati? :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar